Jam Terbang
Ini awal kerja, selama rapat diberitahukan bahwa dibenak kita bertiga uang yang bakal kita terima perbulan bakal Rp. 400.000,- sampai kadang kita sering bawa makan dari rumah karena gaji belum turun-turun. Kadang juga, kita di traktir ibu dan bapak-bapak yang sudah PNS.
Di Kantor kami, ada Mama Papa juga.. ini dia
Berikut juga foto-foto Pak Subandang dan Pak Samsul, bapak-bapak PNS yang kelewat baiknya
Awal mula bekerja, menyeleksi dokumen, menyeleksi kandidat juga
Menggajipun, kami masih sistem tradisional saat itu.
KEJUJURAN ITU PENTING
Kerja menyeleksi partai-partai di Kabupaten
Yah yang namanya bekerjakan tidak langsung besar, saya bangga pernah ikut dalam perintisan tersebut.
Meerangkap segala hal, Moderator, Dirijen (bener ga tulisannya ya), Tukang Foto, Pembeli Souvenir, Tukang Cari Hotel atau tempat makan juga untuk acara yang akan digelar baik itu Rakor atau Bimtek.
Pokoknya dituntut serba bisa
"Dhin, sini keruangan saya"
"Ya paaak"
"Udah kamu berdiri dideket Irawan liatin Laptop"
nurut aja saya, dan yup ke esokannya wajah kita berdua terpampang di koran.
Ada kalanya kita juga sering keluar kota untuk perundingan bersama sebelum mengadakan Bimtek dan Rakor yang disosialisakikan ke Kecamatan tiap daerah.
Ke Kota Tua tapi tutup, ya udin senyumin aja
Nangkringlah didepan Stasiun Gambir
Bertemu teman-teman baru dari berbagai daerah.
Melipirnya udah malem, akhirnya ke Monas
Lieur pokoknya saya, kala itu
Pengawal Logistik untuk Pemilihan Bupati.
Apabila ada kasus, celah kantor ditutup untuk menghindari kebocoran informasi ke media sedang rame stand by didepan halaman.
Pihak yang datang ada Komisioner kami, Kejaksaan, Kepolisian, biasanya KPU juga turut hadir untuk memantau perkembangan kasus yang sedang kita tangani.
Saya? ya sebagai notulen, nanti diketik ulang laporannya. mendampingi Komisioner apabila mengevaluasi pelaku terduga.
Berfoto dengan para pengawal dari kepolisian selama pemilihan berlangsung. Merekalah yang kadang mengawal apabila pulang larut bahkan sampai subuh
Diskusi Komisioner Baru dan Tugas yang akan di emban
seperti biasa, saya dipojokan bertugas jadi notulen.
Mereka berdualah fotografer jahil selama saya bekerja disana, perkenalkan sekali lagi
Irawan dan Hafiz
Berikut foto-foto yang berhasil mereka abadikan
Intinya sedang tidak sengaja kesirep wkwk pas selesai nyiapin acara, perlengkapan, berhari-hari keliling kecamatan juga
ya kerja, ya ldr
terserah
kasian Pak Dodi yang selalu menyediakan makan dan minum dll ketika kita dikantor, terlebih kalo ada kasus yang menyita waktu sampai malam dan ... ya bisa lihat di foto ini
2 orang yang jarang akur, kita menyebut Pak Umar dan Mbak Kiky ini bapak anak
Mbak Dini, cantik dan suaranya enak. cuman ya.. ga luput dari inceran mereka
sasaran empuk buat drama mereka
udah bener kan ya pose cantik, tetep aja kalo sama mereka ada aja nyempil kejepret
Ga cuma itu, kita juga sering menghabiskan waktu bersama dengan makan
dibalik foto paripurna Bu Titi, selalu ada Mbak Didin yang siap memfoto dari berbagai engghel wkwk
dalam rangka Mama ulang tahun
ini ambil tumpengan berdua sama Pak Bandang
makan di nikahannya Markojum Jida
Melipir mamam ditraktir Mas Dani
yang nraktir mana ini
Gibah teros wkwk
Cukup sekian dulu nulisnya, daripada cuma kesimpen di folder laptopkan..
Ini foto terakhir sebelum pisah...










































































































Komentar
Posting Komentar